Asal Usul Busana

By Web Admin 18 Apr 2020, 20:08:51 WIB Ilmu Tata Busana
Asal Usul Busana

Asal Usul Busana
Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping kebutuhan makanan dan tempat tinggal. Hal inipun sudah dirasakan manusia sejak zaman dahulu dan berkembang seiring dengan perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia. Dilihat dari sejarah perkembangan kebudayaan manusia, dapat kita pelajari hal-hal yang ada hubungannya dengan busana. Pada dasarnya busana yang berkembang dimasyarakat dewasa ini merupakan pengembangan dari bentuk dasar busana pada peradaban Barat. Namun busana baratpun hadir atas sumbangan yang tumbuh dari tiga akar budaya yaitu Yunani Kuno, Romawi dan Nasrani. Seiring dengan perkembangan zaman, busana mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan Ilmu, pengetahuan,teknologi dan seni (IPTEKS).
Pada zaman prasejarah manusia belum mengenal busana seperti yang ada sekarang. Manusia hidup dengan cara berburu, bercocok tanam dan hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan memanfaatkan apa yang mereka peroleh di alam sekitarnya. Ketika mereka berburu binatang liar, mereka mendapatkan dua hal yang sangat penting dalam hidupnya yaitu daging untuk dimakan dan kulit binatang untuk menutupi tubuh. Pada saat itu manusia baru berfikir untuk melindungi badan dari pengaruh alam sekitar seperti gigitan serangga, pengaruh udara, cuaca atau iklim dan benda-benda lain yang berbahaya. Cara yang dilakukan manusia untuk melindungi tubuhnya pada saat itu berbeda-beda sesuai dengan alam sekitarnya.
Di daerah yang berhawa dingin, manusia menutup tubuhnya dengan kulit binatang, khususnya binatang-binatang buruan yang berbulu tebal seperti domba. Kulit binatang tersebut dibersihkan terlebih dahulu dari daging dan lemak yang menempel lalu dikeringkan. Hal ini biasanya dilakukan oleh kaum wanita. Begitu juga dengan daerah yang panas, mereka memanfaatkan kulit kayu yang direndam terlebih dahulu lalu dipukul-pukul dan dikeringkan. Ada juga yang menggunakan daun-daun kering dan rerumputan. Selain itu ada yang memakai rantai dari kerang atau biji-bijian yang disusun sedemikian rupa dan untaian gigi dan taring binatang. Untaian gigi dan taring binatang ini dipakai di bagian leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pada panggul sebagai penutup bagian-bagian tertentu pada tubuh.Pemakaian untaian gigi, taring dan tulang, selain berfungsi untuk penampilan dan keindahan juga berhubungan dengan kepercayaan  atau  tahayul.  Menurut  kepercayaan  mereka,  dengan memakai  benda-benda  tersebut  dapat  menunjukkan  kekuatan  atau keberanian  dalam  melindungi  diri  dari  roh-roh  jahat  dan  agar  selalu  dihormati.  Cara  lain  adalah  dengan  menoreh  tubuh  dan  wajah  dan  diberi   bahan   pewarna   yang   lebih   dikenal   men “tattoo”.  
Namun mentattomenurut  Roosmy  M  Sood  dalam  Dra.  Arifah  A  Rianto,  M.Pd (2003:44)  bahwa  semua  yang  dilakukan  oleh  masyarakat  primitif belum   dapat   dikatakan   berbusana   karena   seni   berbusana   baru muncul  setelah  masyarakat  mengenakan  penutup  tubuh  dari  kulit  binatang, kulit kayu atau bahan-bahan tenunan.Bersamaan  dengan  penemuan  bahan  busana  baik  dari  kulit  binatang  maupun  kulit  kayu  dan  cara  pemakaiannya  maka  lahirlah  bentuk   dasar   busana.   Bentuk   dasar   busana yang   terdapat di Indonesia, yaitu kutang, pakaian bungkus, poncho, kaftan dan celana.Untuk  lebih  jelasnya,  bentuk  dasar  busana  akan  diuraikan  satu persatu.

1. Kutang.
Bentuk  dasar  kutang  merupakan  bentuk  pakaian  yang  tertua,  bahkan sebelum orang mengenal adanya kain lembaran yang berupa tenunan,  orang  sudah  mengenal  bentuk  pakaian  ini.  Bentuk  kutang  menyerupai  silinder  atau  pipa  tabung  yang  berasal  dari  kulit  kayu  yang  dipukul-pukul  sedemikian  rupa  sehingga  kulit  tersebut  terlepas  dari  batangnya  dan  dipakai  untuk  menutupi  tubuh  dari  bawah  ketiak  sampai  panjang  yang  diinginkan.  Pada  zaman  dahulu  penduduk  asli  Amerika  yaitu  suku   Indian   sudah   mengenal   pohon   kutang   yang kulitnya dipakai sebagai penutup tubuh. Negeri  asal  kutang  yaitu  Asia,  lalu  dibawa  ke  Iran,  Asia  kecil,  Mesir  dan  Roma  di  Eropa.  Di  Asia  dan  Afrika  bentuk  pakaian  ini  menjadi  bentuk  utama  pakaian  walaupun  berbeda  ukuran  panjang  dan bentuknya. Ada beberapa jenis pakaian kutang yang dikenal yaitu :

a.Tunik
Tunik atau disebut juga tunika merupakan salah satu bentuk busana     kutang     yang     dikenal     pada     zaman     prasejarah. Pemakaiannya  dari  bawah  buah  dada  sampai  mata  kaki  yang diberi  dua  buah  tali  /  ban  ke  bahu.  Bentuk  pakaian  ini  sering  dipakai  oleh  wanita  dan  pria  Mesir  zaman  purbakala.  Pada perkembangannya    bentuk    tunik    dan    cara    pemakaiannya disesuaikan  dengan  tingkat  dan  golongan  pemakai;  seperti  tunik talaris    dipakai    oleh    para    consul,    tunik    dengan    ukuran pendek(sebatas  lutut),  longgar  dan  memakai  lengan  panjang  hanya   boleh   dipakai   oleh   orang-orang   istana.  
Tunik   yang sederhana  dengan  hiasan  kancing  pada  leher  dan  pinggang dipakai oleh golongan menengah pada abad ke 6 s.d ke 5 SM di Bizentium. Abad ke 5 SM s.d abad ke 1 sesudah masehi di Roma ada tunik permata. Perkembangannya sampai abad ke 5 sesudah masehi panjangnya sampai pertengahan betis. Dengan masuknya agama  islam  di  Aceh  maka  terbawa  pulalah  setelan  celana dengan tunik yang datang dari Pakistan yang selanjutnya disebut dengan baju kurung.
b. Kandys
Kandys   merupakan   busana   yang   berasal   dari   bentuk kutang  yang  dipakai  oleh  pria  Hebren  di  Asia  Kecil  pada zaman prasejarah. Busana ini longgar dengan lipit-lipit pada sisi sebelah kanan dan lengannya berbentuk sayap.
c. Kalasiris
Kalasiris  yaitu  busana  wanita  Mesir  zaman  prasejarah. Kalasiris  berbentuk  dasar  kutang,  panjangnya  sampai  mata  kaki,  longgar dan lurus, adakalanya memakai ikat pinggang dan lengan setali. Kalasiris kadang-kadang dipakai bersama mantel dan cape yang berbentuk syaal sebagai  tambahan.

2. Pakaian  bungkus
Bentuk pakaian    bungkus    merupakan pakaian    yang berbentuk segi empat panjang yang dipakai dengan cara dililitkan atau  dibungkus  ke  badan  mulai  dari  dada,  atau  dari  pinggang  sampai   panjang   yang   diinginkan   seperti   celemek panggul. Pakaian  bungkus  ini  tidak  dijahit,  walaupun  pada  saat  pakaian  bungkus  ini  muncul  jarum  jahit  sudah  ada.  Pemakaian  pakaian  bungkus  ini    dengan  cara  dililitkan  ke  tubuh  seperti  yang  ada  di  India  yang  dinamakan  sari,  toga  dan  palla  di  Roma,  chiton  dan peplos  di  zaman  Yunani  kuno,  kain  panjang  dan  selendang  di  Indonesia.
Pada  perkembangannya,  pakaian  bungkus  berbeda-beda dalam  cara  pemakaiannya  untuk  tiap  daerah,  sehingga  muncul  pakaian bungkus yang namanya berbeda-beda diantaranya :
a.  Himation,  yaitu  bentuk  busana  bungkus  yang  biasa  di  pakai  oleh  ahli  filosof  atau  orang  terkemuka  di  Yunani  Kuno.  Himation  ini  panjangnya  12  atau  15  kaki  yang  terbuat  dari  bahan  wol  atau  lenan  putih  yang  seluruh  bidangnya  di  sulam.  Busana  ini  dapat  dipakai  diatas  chiton  atau  dengan  mantel.  Bentuk  busana  yang  hampir  menyerupai  himation  ini  yaitu  pallium  yang  biasa  dipakai  diatas toga oleh kaum pria di Roma pada abad kedua.
b.   Chlamys,   yaitu   busana   yang   menyerupai himation,   yang berbentuk longgar. Biasanya dipakai oleh kaum pria Yunani Kuno.
11c.   Mantel/shawl,   yaitu   busana   yang   berbentuk   segi   empat panjang  yang  dalam  pemakaiannya  disampirkan  pada  satu  bahu  atau kedua bahu. Pada bagian dada diberi peniti sehingga muncul lipit-lipit dan pada kedua ujungnya diberi jumbai-jumbai.

d.  Toga,  merupakan  bentuk  pakaian  resmi  yang  dipakai  sebagai  tanda  kehormatan  dizaman  republik  dan  kerajaan  di  Roma.  Ada beberapa jenis toga diantaranya yaitu, toga palla yaitu toga yang dipakai  saat  berkabung  dan  toga  trabea  yang  dibuat  menyerupai  cape bayi.
e.   Palla,   yaitu   busana   wanita   Roma   dizaman   republik   dan kerajaan, dipakai di atas tunika atau stola. Pemakaiannya hampir sama  dengan  shawl  yang  disemat  dengan    peniti.  Warna  palla  pada umumnya warna biru, hijau dan warna keemasan.
f.  Paludamentum, sagum  dan  abolla,  yaitu  sejenis  pakaian  jas  militer dizaman prasejarah
g.  Chiton,    yaitu  busana  pria  Yunani  Kuno  yang  mirip  dengan  tunik di Asia. Bahan chiton biasanya terbuat dari bahan wol, lenan dan  rami  yang  diberi  sulaman  dengan  benang  berwarna  dan benang emas sebagai pengaruh tenunan Persia.
h.  Peplos  dan  haenos,  yaitu  busana  wanita  Yunani  Kuno  yang  bentuk  dasarnya  sama  dengan  chiton,  ada  yang  dibuat  panjang  dan  ada  yang  pendek.  Pada  bagian  bahu  ada  lipit-lipit  yang ditahan dengan peniti dan ada kalanya pada pinggang juga dibuat lipit-lipit   sehingga   terlihat   seperti   blus. Peplos   dari   Athena memakai ikat pinggang yang diikat di atas lipit-lipit di pinggang
i. Cape atau cope,  yaitu  busana  paling  luar  pada  pakaian  pria di Byzantium  yang  berbentuk  mantel  yang  diikat  pada  bahu  atau  leher dan diberi hiasan bros.

3. PonchoPoncho  terbuat  dari  kulit  binatang,  kulit  pohon  kayu  dan  daun-daunan  yang  diberi  lubang  pada  bagian  tengahnya  agar  kepala  bisa  masuk,  sedangkan  bagian  sisi  dibiarkan  tidak  dijahit.Poncho yang dimaksud disini adalah  suatu  bentuk  dasar pakaian yang  berasal  dari  penduduk  asli  Amerika,  yaitu  bangsa  Mexico  dan Peru-Indian,  yang  pada  waktu sekarang sudah hampir hilang di  negeri  asalnya.  Bentuk  aslinya  dipergunakan  sebagai  penutup  badan bagian atas, terdiri dari selembar kain yang dilipat melebar ditengah-tengahnya.  Pada  lipatan  ini  dicari  tengah-tengahnya, dibuatkan  lubang  untuk  lubang  leher.  Ciri  khas  bentuk  dasar  ini  bahwa  tengah  muka  tidak  mempunyai  belahan  seperti  gambar  berikut:
        Perkembangan bentuk poncho terlihat pada bentuk  busana yang  dimasukkan  dari  kepala.  Perkembangan    celemek  panggul  terlihat  pada  bentuk  busana  yang  dibungkus  atau  dililitkan  ke  badan mulai dari pinggang ke panggul. Berdasarkan bentuknya,  poncho dapat dibedakan :

a. Poncho bahu
Poncho bahu yaitu poncho yang menutup bahu dan badan bagian  atas.  Panjang  poncho  bahu  ada  yang  sampai  batas  lutut  dan  ada  yang  sampai  betis.  Poncho bahu  biasanya  dipakai  oleh  suku  Indian  penduduk  asli  Amerika,  Peru,  Mexico  dan  Tiongkok.  Disamping  itu  juga  dipakai  sebagai  mantel  oleh  suku  Teutonic,  Trank  dan  Sexon.  Poncho  bahu  diberi  lobang  sehingga  kepala  bisa  masuk.  Poncho  bahu  ada  yang  hanya  menutupi  bahu  saja seperti poncho bahu di Tiongkok, sementara poncho dari Mexico dibuat  dari  bulu  binatang  yang  panjangnya  sampai  lutut  dan  ada  juga yang sampai betis.

b. Poncho panggul
Poncho panggul ditemukan pada gambar seorang laki-laki di istana raja zaman Yunani Kuno. Poncho panggul yaitu poncho yang  menutupi  bagian  panggul  sampai  panjang  yang  diinginkan  dan  pada  badan  bagian  atas  terbuka.  Poncho  panggul  ada  yang  hanya  menutupi  panggul  saja  dan  ada  juga  yang  dibuat  sampai  menutupi mata kaki.
        Perkembangan bentuk poncho terlihat pada bentuk  busana yang  dimasukkan  dari  kepala.  Perkembangan    celemek  panggul  terlihat  pada  bentuk  busana  yang  dibungkus  atau  dililitkan  ke  badan mulai dari pinggang ke panggul.

4. Celana
            Celana  merupakan  bagian  busana  yang  berfungsi  untuk menutupi  tubuh  bagian  bawah,  mulai  dari  pinggang,  pinggul  dan  kedua kaki. Bentuk  dasar    celana  dibuat  dari  bahan  berbentuk  segi  empat  yang  dilipat  dua  mengikuti  panjang  kain  dan  bagian  lipatan  tersebut  digunting  dan  dijahit  pada  kedua  sisinya.  Untuk  lobang   kaki   sampai   paha   dibuat   guntingan   pada   bagian tengahnya  yang  kemudian  dijahit,  sehingga  ada  lobang  untuk  kaki.  Pada  bagian  pinggang  dibuat  lajur  untuk  memasukkan  tali  sebagai penahan celana pada pinggang. Celana seperti ini masih banyak ditemui dan dipakai oleh wanita di Aceh.

        Bentuk   ini   muncul   untuk   melengkapi   pakaian   kaftan   yang biasanya  dibuat  menutupi  seluruh  tubuh,  sehingga  timbul  ide  untuk  memisahkan busana bawah dan atas. Busana atas disebut tunik dan bawah  dikenal  dengan  rok.  Dari  rok  inilah  dirubah  menjadi  bentuk  celana  yang  diberi  lobang  untuk  memasukkan  kaki.  Celana  biasa  dipakai oleh wanita dan laki-laki  seperti  di  Albania,  Persia,  Tiongkok,  Tunisia, dan Arab Saudi. Bentuk  celana  bermacam-macam,  ada  yang  longgar  seperti  celana  perempuan  Turki  dan  ada  yang  sempit  seperti  celana  kuli  di  Jepang.  Pada  abad  ke  18  muncul  celana  yang  panjangnya  sampai  lutut   yang   dikenal   dengan culotte.   Pada   akhir   abad   ke   18 perkembangan   bentuk   celana   dipengaruhi   oleh   budaya   barat sehingga  muncul  celana pantaloons, yaitu   celana   panjang   yang sampai mata kaki
Berdasarkan    bentuk    dasar    busana    di    atas    maka berkembanglah  bentuk-bentuk  busana  yang  kita  kenal  sekarang,  yang sudah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

5. Bentuk kaftan
Bentuk  kaftan  merupakan  perkembangan  dari  bentuk  dasar  kutang  atau  tunika  yang  dipotong  bagian  tengah  muka    sehingga   terdapat belahan   pada   bagian   depan   pakaian. Orang-orang  Babylonia  telah  lama  menggunakanya  sebagai  penutup  badan  bagian  atas.  Bentuk  kaftan  yang  asli  masih  dipakai  oleh  petani  di  Mesir.    Di  Indonesia  dikenal  dengan  nama  kebaya,  di  Jepang  dikenal  dengan  kimono  dan  di Negara-negara  Timur  Tengah  dikenal  dengan  jubah.  Busana  kaftan  berbentuk    baju  panjang  yang  longgar,  sisi  lurus, berlengan  panjang  dan  ada  belahan    pada  tengah  muka. Dengan kata lain bentuk kaftan memiliki ciri khas, mempunyai belahan   disepanjang   tengah   muka   dan   memakai   lengan. Belahan  ini  ada  kalanya  disemat  dengan  peniti  dan  ada  juga  yang dibiarkan lepas (tidak disemat).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 10 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment